Featured Post

Friday, 19 April 2013

Batak Pesisir Sibolga (English Version)


SUKU BATAK PASISI

DI KAB. TAPANULI TENGAH

By: Wendy Hutahaean

Suku Batak Pasisi
 disebut juga sebagai suku Pasisi, adalah salah satu suku yang terdapat di kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. Masyarakat suku Batak Pasisi ini, hidup di sepanjang pesisir pantai sebelah barat Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Traditional Clothes of Batak Pesisir

Suku Batak Pasisi ini sebenarnya berawal dari suku Batak Toba, Mandailing dan Angkola yang telah menetap di Sibolga dan Tapanuli Tengah, sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Setelah sekian lama terjadi pembauran dari ketiga suku Batak ini, maka datanglah imigran lain yang berasal dari Minangkabau dan Melayu dari pesisir Timur Sumatra, lalu terjadi perkawinan-campur di antara ke 5 suku bangsa ini.  Dari percampuran ke 5 suku bangsa ini lah terbentuk suatu komunitas yang disebut sebagai suku Pasisi. Pada awalnya mereka berbicara menggunakan bahasa Batak, tetapi setelah berabad-abad tercampur dengan budaya Minang dan Melayu, maka akhirnya bahasa merekapun berubah dan berganti menjadi bahasa Pasisi, seperti yang mereka ucapkan sehari-hari saat ini.

Traditional Dance of Batak Pesisir

Adat dan kebudayaan yang diamalkan oleh suku Batak Pasisi ini, lebih banyak dipengaruh oleh budaya Melayu. Pada awalnya suku Batak Pasisi ini lebih suka kalau disebut sebagai orang Melayu Pasisi saja, tetapi belakangan ini, tidak sedikit dari mereka yang tidak menolak disebut sebagai suku Batak Pasisi. Bahkan belakangan ini sebagian dari masyarakat suku Pasisi ini mulai mencantumkan kembali marga-marga lamanya seperti Pohan, Siregar, Sitompul, Tanjung, Pasaribu dan lain-lain. (salah satu putra dari suku Batak Pasisi ini adalah Pak Akbar Tanjung).

Traditional House of Batak Pesisir


Bahasa Pasisi adalah bahasa yang dipergunakan masyarakat Batak Pasisi di Tapanuli Tengah dan Sibolga, yang menjadi bahasa percakapan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa Pasisi ini agak unik, karena bahasa Pasisi ini adalah hasil gabungan dari 3 bahasa, yaitu dari bahasa Batak Mandailing, Minangkabau dan Melayu. Jadi suku Pasisi ini sebenarnya adalah orang Batak yang berbahasa Melayu. Hal ini mirip seperti masyarakat Batak di Rokan Hulu provinsi Riau atau masyarakat Rao di kabupaten Pasaman Sumatra Barat.

Suku Batak Pasisi ini memiliki beberapa kesenian budaya yang cukup populer di kalangan masyarakat di Sumatra Utara, yaitu Dampeng dan Tari Payung. Keberadaan suku Pasisi ini, mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat lain di pulau Jawa atau daerah-daerah lain di luar provinsi Sumatra Utara. Tetapi sebenarnya, suku Pasisi ini telah eksis selama beratus-ratus tahun di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, dan berdiri sejajar dengan etnis-etnis lain seperti suku Toba, Mandailing, Angkola, Minangkabau dan Melayu.

Kehidupan masyarakat Pasisi pada umumnya adalah sebagai nelayan. Tetapi tidak sedikit yang telah bekerja di sektor pemerintahan dan swasta. Selain itu pada sektor pendidikan juga banyak yang telah berhasil mencapai Universitas. Kehidupan lain yang dijalani oleh masyarakat suku Pasisi ini, adalah sebagai guru, pedagang, wiraswasta dan lain-lain.

Bahasa Batak Pasisi
, adalah bahasa yang dipergunakan masyakat Pasisi di Tapanuli Tengah dan Sibolga, yang menjadi bahasa percakapan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa Pasisi ini agak unik, karena bahasa Pasisi ini adalah hasil asimilasi dari 3 bahasa, yaitu dari bahasa Batak Mandailing, Minangkabau dan Melayu.

video
Batak Pesisir Sibolga Dance - Tari Saputangan

video
Batak Pesisir Sibolga Song - Ratok Aek Sibundong

video
Batak Pesisir Sibolga Song - Tapian Nauli

video
Batak Pesisir Sibolga Song - Sibolga Nauli

4 comments:

  1. ada sedikit kesalahan ... bahwasanya kami dari dulu hingga sekarang juga mencantumkan marga kami......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buktinya, bang Habib Azmi tidak mencantumkan marganya?

      Delete
  2. Kami indak amuh di sabui batak... kami urang malayu pasisi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Ogek,
      saya di sini menjelaskan tentang orang Batak yang menjadi suku Pesisir. Kalau memang ogek punya marga berarti leluhurnya Batak dan itulah yang saya maksud di sini. Tetapi kalau memang ogek dari orang Minang, Nias, Melayu atau suku lain yang memang tidak bermarga Batak. Maka, bukan ogek yang saya maksudkan di sini. Saya tetap menghargai hak ogek untuk tidak disebut Batak Pasisia. Apalagi jika memang tidak bermarga Batak. Salam.

      Delete