Featured Post

Wednesday, 24 February 2016

Batak Pakantan di Kabupaten Mandailing Natal

SUKU BATAK PAKANTAN 
DI KAB. MANDAILING NATAL
BY: WENDY HUTAHAEAN


Suku Batak Pakantan atau yang lazin disebut sebagai Alak Pakantan menempati Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Kecamatan Pakantan adalah sebuah Kecamatan yang terletak di hulu sungai Gadis (Batang Gadis), dilereng Gunung Kulabu diwilayah Kabupaten Mandailing Natal paling selatan, berjarak 12 km dari Muara Sipongi / jalan Raya Lintas Sumatera mengarah ke barat. Pakantan terdiri dari Delapan "huta" (desa):

1. Huta Dolok
2. Huta Gambir
3. Huta Lancat
4. Huta Lombang
5. Huta Padang
6. Huta Toras
7. Huta Julu
8. Silogun

Batak Pakantan Traditional House

Wilayahnya yang strategis dengan hamparan persawahan yang membentang luas, diapit oleh dua buah sungai kecil: Sijorni dan Mompang, dibelah dua oleh sungai Pahantan dengan kesejukan airnya serta dikelilingi perbukitan bak dipagari/dibentengi, terlihatlah serupa bentuk kuali (wajan) dan beriklim dingin karena ketinggiannya 1200 meter diatas permukaan laut. Pada tahun 2007 Pakantan ditetapkan sebagai salah satu kecamatan di kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.
Kode pos untuk Kecamatan Pakantan adalah: 22998.

 Batak Pakantan Traditional Clothes

Kekerabatan

Beberapa marga yang terdapat di Pakantan: Marga Lubis, Marga Hasibuan, Marga Nasution, Marga Batubara dan Marga Lintang (marga yang terbentuk di Pakantan).

Mengenai asal-muasal nama PAKANTAN sendiri, berbagai penafsiran bermunculan, namun tiada yang pasti, antara lain berasal dari kata antara lain:
1. "PAHANTAN" : nama sungai yang membelah desa tersebut.
2. "PAMUKAPATAN": karena Pakantan merupakan tempat dimana pada tempo dulu orang-orang dari Mandailing dan Sumatera Barat datang untuk mencari ketenangan dan meminta petunjuk atas masalah yang di hadapi karena tempo dulu sebelum adanya agama di pakantan / hulu sungai batang gadis / gunung kulabu dianggap tempat yang sangat sakral dan tempat pemujaan.
3. "PATANTAN" : suatu bentuk upacara pemakaman Raja Mangalaon Tua (Namangarotop Banua) dimana cara membawa dia dari rumah duka ke tempat penguburan (di Talobu) tidak diusung diatas bahu, melainkan ditantan (dibawa bersama-sama dari tangan-ketangan) secara berantai hingga semua masyarakat Pakantan berkesempatan untuk mengantar ke liang kubur.
4. "PARMUPAKATAN": musyawarah tentang pemilihan / pengangkatan "Raja Huta" berikutnya. 

Perlu diketahui bahwa pada masa Harajaon Mangalaon Tua, nama Pakantan belum ada, baru ada Huta Lobu yang diketahui sebagai pemukiman atau Harajaon.

Menurut Tarombo ( silsilah ) marga Lubis di Pakantan, yang pertama kali diakui sebagai nenek moyang bernama Datu Sang Maima Na Bolon. Selanjutnya beberapa generasi kemudian, keturunan Datu tersebut bernama Namora Pande Bosi II. Diakui sebagai awal yang menurunkan Lubis Si Langkitang dan Si Baitang. Dan kemudian, beberapa generasi kemudian lahirlah Sutan Mogol, keturunan langsung dari Mangaradja Ulu Balang. Sekitar tahun 1540-an, Raja Mangalaon Tua (Raja Pakantan I), membuka perkampungan di Pakantan. Saat itu yang menjadi kepala kampung di Huta Padang adalah anak Raja Mangalaon Tua yang pertama, Namora Tolang. Raja Gumanti Porang Debata, anak yang kedua menjadi raja di Pakantan Dolok. Kemudian anak Raja Mangalaon Tua yang ketiga, Raja Sutan Barayun, menjadi raja di Pakantan Lombang.

Beralihnya paham Parbegu* (belum beragama, animisme), menjadi Islam di Pakantan sangat berhubungan dengan peristiwa Perang Padri di Bonjol (1825-1830). Para perwira kerajaan waktu itu banyak masuk ke wilayah Pakantan dan wilayah Mandailing lain untuk menyebarluaskan agama Islam.

Misi Zending Belanda pernah menugaskan Hendrick Dirks untuk berkiprah di Pakantan. Atas persetujuan kepala kuria Pakantan Lombang, Raja Mangatas, ia mendapat pinjaman tanah tahun 1871. Akhirnya Dirks membuat rumah. Kemudian kampung itu dikenal dengan nama Huta Bargot. Masuknya penyebaran agama Kristen ke Pakantan, jauh lebih dulu dibandingkan masuknya Kristen ke daerah Silindung dan Toba. Ajaran Kristen ke Pakantan Madina dibawa oleh penginjil dari Rusia dan Swiss tahun 1821, sedangkan ajaran Kristen yang dibawa ke Toba dibawa oleh missionaris dari Jerman. Itulah sebabnya gereja tertua di Tapanuli Selatan terletak di Pakantan Huta Bargot.

Letak Geografis

Pada zaman dahulu wilayah batas Mandailing Godang sampai Sayur Matinggi, Angkola Jae. Ke hilir Mandailing Julu sampai ke Limo Manis, tidak termasuk Muara Sipongi ke hulu (termasuk Pakantan). Karena dahulu Gouverment sudah menetapkan satu kampung tempat Raja Panusunan seperti Mandailing Kecil ada empat, yaitu: Tamiang - Manambin - Singengu dan Tambangan. Pakantan pun demikian: Pakantan Lombang dan Pakantan Buhit (Pakantan Dolok). Dalam keseharian (tempo dulu) apabila ada masyarakat Pakantan yang akan meninggalkan wilayah Pakantan dan ditanya: mau kemana? maka akan dijawab: "giot tu Mandailing".

Ciri Khas Adat Budaya

Ditemui banyak ciri khas bahasa dan peradatan yang berbeda dengan tempat lain. Seperti misalnya:
1. Di Mandailing dikenal Raja Panusunan sedangkan di Pakantan tidak, namun ada yang disebut dengan "Pamutus Hata"
2. Di Mandailing di kenal Anak Boru / Pisang Raut dan di Pakantan dikenal dengan "Parserean / Parsinggiran"
3. Di Mandailing dikenal dengan Mora sedangkan di Pakantan dikenal dengan "Hula-hula"
4. Di Mandailing alat kesenian Gordang Sambilan digunakan sebagai pelengkap adat, di Pakantan Gordang Sambilan selain pelengkap adat, juga sebagai pemanggil "Baso" atau dikenal dengan sebutan "Manyarama". Tiga irama Gordang Sambilan yang berasal dari Pakantan yaitu Sarama Datu, Sarama Babiat dan Pemulihon.
5. Dan masih banyak lagi ciri khas budaya dan perbedaan dalam bahasa lainnya.

Kemasyarakatan

Halak Pakantan sangat kental dengan persaudaraannya tanpa pernah memandang dari kekayaan dan keyakinannya masing-masing. Itu sebabnya kemasyarakatan di Pakantan selalu kompak harmonis dan penuh toleransi. Di Pakantan sendiri, dua agama selalu bisa hidup berdampingan secara harmonis yaitu Islam dan Kristen.

Dalam suatu perkumpulan, yang namanya "halak Pakantan" selalu tampil pada jajaran terdepan, yang memiliki falsafah: "harus menjadi yang terdepan, atau tidak sama sekali". Sifat agresif ini dapat terlihat di rantau baik dalam berbagai bidang, seperti dalam hal kesenian. Di Medan misalnya, Kesenian Gunung Kulabu (kesenian ciri khas Pakantan) dengan Gondang dan Gordang Sambilan nya paling menonjol daripada wilayah lainnya, sehingga sempat melalang buana hingga ke "Negara Paman Sam". Begitu juga di Jakarta, sempat hadir di Istana Bogor saat peresmian pernikahan putri wakil presiden saat itu yaitu Bapak H. Adam Malik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa halak Pakantan selalu berusaha menjadi yang terdepan baik secara individu maupun kebersamaan.

video
Batak Pakantan Dance - Tortor Srama Babiat

Batak Pakantan Song - Pakantan Nauli


Thursday, 12 February 2015

PEMEKARAN KECAMATAN DI DAERAH TAPANULI

TAPANULI UTARA

A.      Tarutung (31 Desa/ Kelurahan) = 3 kecamatan

Desa:
Aek Siansimun · Hapoltahan · Hutagalung Siwaluompu · Hutapea Banuarea · Hutatoruan I · Hutatoruan III · Hutatoruan IV · Hutatoruan VIII · Hutauruk · Jambur Nauli · Parbaju Julu · Parbaju Tonga · Parbaju Toruan · Parbubu Dolok · Parbubu I · Parbubu II · Parbubu Pea · Partali Julu · Siandor-andor · Sihujur · Simamora · Siraja Oloan · Sitampurung · Sosunggulon

Kelurahan:         
Hutatoruan V · Hutatoruan VI · Hutatoruan VII · Hutatoruan IX · Hutatoruan X · Hutatoruan XI · Partali Toruan

Usulan: Kecamatan Parbaju, Kecamatan Parbubu

Pemekaran Kota Tarutung (atau Kabupaten Silindung) dapat terlaksana yaitu terdiri dari Kecamatan Tarutung, Kecamatan Siatas Barita, Kecamatan Sipoholon, Kecamatan Hutatoruan (Pemekaran Kec. Tarutung) dan Kecamatan Parbubu (Pemekaran Kec. Tarutung). Kota/ Kabupaten ini akan beribukota di Hutatoruan (Kec. Tarutung)
Selanjutnya Ibukota Kabupaten Tapanuli Utara dipindahkan ke Onan Hasang (Kec. Pahae Julu)

B.      Sipahutar (23 Desa/ Kelurahan) = 2 kecamatan

Desa:    
Aek Nauli I · Aek Nauli II · Aek Nauli III · Aek Nauli IV · Onan Runggu I · Onan Runggu II · Onan Runggu III · Onan Runggu IV · Sabungan Nihuta I · Sabungan Nihuta II · Sabungan Nihuta III · Sabungan Nihuta IV · Sabungan Nihuta V · Siabal Abal I · Siabal Abal II · Siabal Abal III · Siabal Abal IV · Sipahutar I · Sipahutar II · Sipahutar III · Tapian Nauli I · Tapian Nauli II · Tapian Nauli III

Usulan: Kecamatan Sabungan Nauli

C.      Pangaribuan (24 Desa/ Kelurahan) = 2 kecamatan

Desa:    
Batu Manumpak · Batu Nadua · Godung Borotan · Harianja · Lumban Sinaga Simatupang · Lumban Siregar · Lumban Sormin · Najumambe · Padang Parsadaan · Pakpahan · Pansur Natolu · Parlombuan · Parratusan · Parsibarungan · Parsorminan · Purbatua · Rahut Bosi · Rahut Bosi Onan · Sampagul · Sibingke · Sigotom Julu · Silantom Jae · Silantom Julu · Silantom Tonga

Usulan: Kecamatan Silantom

Pemekaran Kabupaten Tapanuli Timur dapat terlaksana yaitu terdiri dari Kecamatan Sipahutar, Kecamatan Pangaribuan, Kecamatan Garoga, Kecamatan Sabungan Nauli (Pemekaran Kec. Sipahutar) dan Kecamatan Silantom (Pemekaran Kec. Pangaribuan). Kabupaten ini akan beribukota di Pakpahan (Kec. Pangaribuan)

D.      Siborongborong (21 Desa/ Kelurahan) = 2 kecamatan

Desa:    
Bahal Batu I · Bahal Batu II · Bahal Batu III · Hutabulu · Lobu Siregar I · Lobu Siregar II · Lumban Tonga-Tonga · Paniaran · Parik Sabungan · Pohan Jae · Pohan Julu · Pohan Tonga · Siaro · Siborong-Borong I · Siborong-Borong II · Sigumbang · Silait-Lait · Sitabo-Tabo · Sitabo-Tabo Toruan · Sitampurung
Kelurahan:         
Pasar Siborong-Borong

Usulan: Kecamatan Bahalbatu

Pemekaran Kabupaten Humbang Habinsaran dapat terlaksana yaitu terdiri dari Kecamatan Siborongborong, Kecamatan Muara, Kecamatan Pagaran, Kecamatan Parmonangan dan Kecamatan Bahalbatu (Pemekaran Kec. Siborongborong). Kabupaten ini akan beribukota di Pasar Siborongborong (Kec. Siborongborong)

TOBA SAMOSIR

A.      Balige (36 Desa/ Kelurahan) = 3 kecamatan

Desa:    
Aek Bolon Jae · Aek Bolon Julu · Balige II · Baru Ara · Bonan Dolok I · Bonan Dolok II · Bonan Dolok III · Hinalang Bagasan · Huta Bulu Mejan · Huta Dame · Huta Namora · Hutagaol Peatalun · Longat · Lumban Bulbul · Lumban Gaol · Lumban Gorat · Lumban Pea · Lumban Pea Timur · Lumban Silintong · Matio · Nainggolan · Paindoan · Parsuratan · Sariburaja Janji Maria · Sianipar Sihail-hail · Sibola Hotangsas · Siboruon · Sibuntuon · Silalahi Pagar Batu · Tambunan Sunge

Kelurahan:         
Balige I · Balige III · Lumban Dolok Haumabange · Napitupulu Bagasan · Pardede Onan · Sangkar Nihuta

Usulan: Kecamatan Bonandolok, Kecamatan Lumbanpea

Pemekaran Kota Balige dapat terlaksana yaitu terdiri dari Kecamatan Balige, Kecamatan Tampahan, Kecamatan Bonandolok (Pemekaran Kec. Balige) dan Kecamatan Lumbanpea (Pemekaran Kec. Balige). Kota ini akan beribukota di Balige.
Selanjutnya Ibukota Kabupaten Toba Samosir dipindahkan ke Silaen (Kec. Silaen)

B.      Laguboti (22 Desa/ Kelurahan) = 2 kecamatan

Desa:    
Aruan · Gasa Ribu · Haunatas I · Haunatas II · Lumban Bagasan · Lumban Binanga · Ompu Raja Hutapea · Ompu Raja Hutapea Timur · Ompu Raja Hatulian . Pardinggaran · Pardomuan Nauli · Pintu Bosi · Sibarani Nasampulu · Sibuea · Sidulang · Simatibung · Sintong Marnipi · Siraja Gorat · Sitangkola · Sitoluama · Tinggir Nipasir · Ujung Tanduk

Kelurahan:         
Pasar Laguboti

Usulan: Kecamatan Haunatas

Pemekaran Kabupaten Toba Habinsaran dapat terlaksana yaitu terdiri dari Kecamatan Habinsaran, Kecamatan Nassau, Kecamatan Borbor, Kecamatan Laguboti dan Kecamatan Haunatas (Pemekaran Kec. Laguboti).Kabupaten ini akan beribukota di Parsoburan (Kec. Habinsaran).

C.      Porsea (26 Desa/ Kelurahan) = 2 kecamatan

Desa:   
Amborgang . Banjar Ganjang . Bius Gu Barat . Dolok Nauli . Gala Gala Pangkailan . Jonggi Manulus .Lumban Gurning . Lumban Huala . Lumban Sitorus . Nalela . Pangombusan . Parparean I . Parparean II . Parparean III . Parparean IV .Patane I . Patane II . Patane III . Patane IV . Raut Bosi . Siantar Utara . Silamosik I . Silamosik II . Tangga Batu I . Tangga Batu II

Kelurahan:
Pasar Porsea

Usulan: Kecamatan Amborgang

Pemekaran Kabupaten Toba Utara dapat terlaksana yaitu terdiri dari Kecamatan Ajibata, Kecamatan Lumbanjulu, Kecamatan Porsea, Kecamatan Bonatua Lunasi dan Kecamatan Uluan dan Kecamatan Amborgang (Pemekaran Kec. Porsea). Kabupaten ini akan beribukota di Pasar Porsea (Kec. Porsea).

SAMOSIR
A.      Simanindo (21 Desa/ Kelurahan) = 2 kecamatan
Desa:    
Ambarita · Cinta Dame · Dosroha · Garoga · Huta Ginjang · Maduma · Marlumba · Martoba · Parbalohan · Pardomuan · Parmonangan · Siallagan Pinda Raya · Sihusapi · Simanindo · Simanindo Sangkal · Simarmata · Tanjungan · Tomok · Tomok Parsaoran · Unjur
Kelurahan:         
Tuktuk Siadong
Usulan: Kecamatan Tomok
Pemekaran Kabupaten Samosir Habinsaran dapat terlaksana yaitu terdiri dari Kecamatan Simanindo, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kecamatan Palipi, Kecamatan Nainggolan, Kecamatan Onan Runggu dan Kecamatan Tomok (Pemekaran Kec. Simanindo). Kabupaten ini akan beribukota di Tomok.

B.      Pangururan (28 Desa/ Kelurahan) = 2 kecamatan

Desa:    
Aek Nauli · Huta Bolon · Huta Namora · Huta Tinggi · Lumban Pinggol · Lumban Suhi Suhi Dolok · Lumban Suhi Suhi Toruan · Panampangan · Parbaba Dolok · Pardomuan I · Pardomuan Nauli · Pardugul · Parhorasan · Parlondut · Parmonangan · Parsaoran I · Rianiate · Saitnihuta · Sialanguan · Sianting Anting · Sinabulan · Siopat Sosor · Sitoluhuta · Situngkir · Tanjung Bunga

Kelurahan:         
Pasar Pangururan · Pintu Sona · Siogung Ogung

Usulan: Kecamatan Parbaba

HUMBANG HASUNDUTAN

A.      Dolok Sanggul (27 Desa/ Kelurahan) = 2 kecamatan

Desa:    
Aek Lung · Huta Gurgur · Hutabagasan · Hutaraja · Janji · Lumban Purba · Matiti I · Matiti II · Pakkat · Parik Sinomba · Purba Dolok · Purba Manalu · Saitnihuta · Sampean · Sihite I · Sihite II · Silaga-Laga · Sileang · Simangaronsang · Simarigung · Sirisirisi · Sosor Gonting · Sosor Tambok

Kelurahan:         
Bonani Onan · Lumban Tobing · Pasar Dolok Sanggul · Pasaribu

Usulan: Kecamatan Matiti

Pemekaran Kabupaten Humbang Tongah dapat terlaksana yaitu terdiri dari Kecamatan Doloksanggul, Kecamatan Baktiraja, Kecamatan Paranginan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kecamatan Pollung dan Kecamatan Matiti (Pemekaran Kec. Doloksanggul). Kabupaten ini akan beribukota di Doloksanggul.
Selanjutnya Ibukota Kabupaten Humbang Hasundutan dipindahkan ke Pasar Huagong (Kec. Pakkat)

Saturday, 5 October 2013

Wacana Pemekaran Kabupaten/ Kota di Wilayah Provinsi Tapanuli

WACANA PEMEKARAN KABUPATEN

DI WILAYAH PROVINSI TAPANULI

by: Wendy Hutahaean
Secara administratif paling sedikit 5 (lima) kabupaten/ kota untuk pembentukan suatu provinsi dan paling sedikit 5 (lima) kecamatan untuk pembentukan suatu kabupaten, dan 4 (empat) kecamatan untuk pembentukan kota termasuk lokasi calon ibu kota, sarana, dan prasarana pemerintahan. 
Berikut beberapa wacana pemekaran kabupaten di wilayah provinsi Tapanuli:
A. Pemekaran Kabupaten Toba Utara

Kabupaten Toba Utara ini akan beribukota di Pasar Porsea (Kec. Porsea) dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:
 
1. Kec. Ajibata, ibukota di Pardamean Ajibata
2. Kec. Lumban Julu, ibukota di Pasar Lumbanjulu
3. Kec. Porsea, ibukota di Pasar Posea
4. Kec. Uluan, ibukota di Lumban Binanga
5. Kec. Parmaksian, ibukota di Pangombusan
6. Kec. Bonatua Lunasi, ibukota di Lumban Lobu

B. Pemekaran Kabupaten Toba Habinsaran

Kabupaten Toba Habinsaran ini akan beribukota di Parsoburan (Kec. Habinsaran) dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:

1. Kec. Borbor, ibukota di Borbor
2. Kec. Habinsaran, ibukota di Parsoburan
3. Kec. Nassau, ibukota di Lumban Rau Tengah
4. Kec. Pintu Pohan Meranti, ibukota di Pasar Pintu Pohan
5. Kec. Silaen, ibukota di Silaen
 C. Pergantian Kabupaten Toba Samosir menjadi Toba Hasundutan

Kabupaten Toba Hasundutan ini akan beribukota di Balige (Kec. Balige) dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:

1. Kec. Balige, ibukota di Balige III
2. Kec. Lagu Boti, ibukota di Pasar Laguboti
3. Kec. Siantar Narumonda, ibukota di Siantar Dangsina
4. Kec. Sigumpar, ibukota di Sigumpar Dangsina
5. Kec. Tampahan, ibukota di Tarabunga 
D. Pemekaran Kabupaten Humbang

Kabupaten Humbang ini akan beribukota di Pasar Siborongborong (Kec. Siborongorong) dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:

1. Kec. Muara, ibukota di Muara
2. Kec. Pagaran, ibukota di Sipultak
3. Kec. Parmonangan, ibukota di Parmonangan
4. Kec. Siborong borong, ibukota di Pasar Siborongborong
5. Kec. Paranginan, ibukota di Paranginan (Kabupaten Humbang Hasundutan)

E. Pemekaran Kabupaten Pahae

Kabupaten Pahae ini akan beribukota di Onan Hasang (Kec. Pahae Julu) dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:

1. Kec. Adiankoting, ibukota di Adiankoting 
2. Kec. Pahae Jae, ibukota di Sarulla
3. Kec. Pahae Julu, ibukota di Onan Hasang
4. Kec. Purbatua, ibukota di Parsaoran Janji Angkola
5. Kec. Simangumban, ibukota di Aek Nabara


F. Pergantian Kabupaten Tapanuli Utara menjadi Kabupaten Silindung

Kabupaten Silindung ini akan beribukota di Hutatoruan (Kec. Tarutung) dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:

1. Kec. Garoga, ibukota di Garoga
2. Kec. Pangaribuan, ibukota di Pakpahan
3. Kec. Siatas Barita, ibukota di Simorangkir Julu
4.  Kec. Sipahutar, ibukota di Spahutar
5. Kec. Sipoholon, ibukota di Sipoholon
6. Kec. Tarutung, ibukota di Hutatoruan
G. Pemekaran Kabupaten Dairi Klasen
Kabupaten Dairi Klasen ini akan beribukota di Tara Bintang dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:
1. Kecamatan Manduamas
2. Kecamatan Sirandorung
3. Kecamatan Pakkat
4. Kecamatan Parlilitan
5. Kecamatan Pakkat
H. Pemekaran Kabupaten Barus Raya

Kabupaten Barus Raya ini akan beribukota di Barus dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu: 
1. Kecamatan Barus
2. Kecamatan Andam Dewi
3. Kecamatan Barus Utara
4. Kecamatan Sosor Gadong
5. Kecamatan Sorkam Barat
6. Kecamatan Sorkam
7. Kecamatan Kolang
8. Kecamatan Pasaribu Tobing
I. Kabupaten Tapanuli Tengah
Kabupaten Tapanuli Tengah ini akan beribukota di Pandan dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:
1. Kecamatan Tapian Nauli
2. Kecamatan Sitahuis
3. Kecamatan Pandan
4. Kecamatan Tukka
5. Kecamatan Sarudik

J. Kabupaten Tapanuli Barat

Kabupaten Tapanuli Barat ini akan beribukota di Lumut dan akan terdiri dari beberapa kecamatan, yaitu:
1. Kecamatan Badiri
2. Kecamatan Lumut
3. Kecamatan Pinangsori
4. Kecamatan Sibabangun
5. Kecamatan Sukabangun

Provinsi Tapanuli 2013

PROVINSI TAPANULI

Kota Sibolga - Tapanuli Tengah - Tapanuli Utara Toba Samosir - Humbang Hasundutan - Samosir

Wendy Hutahaean (Pro Provinsi Tapanuli)


Komisi II DPR sudah mengajukan 65 daerah otonom baru. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Komisi Agun Gunandjar Sudarsa, yang dikirim ke Badan Legislasi DPR, tercatat ada delapan calon provinsi dan 57 kabupaten atau kota baru yang diusulkan Komisi. Provinsi yang diusulkan adalah Pulau Sumbawa, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Bolaang Mongondow Raya, Pulau Nias, Kapuas Raya, dan Tapanuli.
 
A. Pentingnya Pembentukan Provinsi Tapanuli

Waktu telah membuktikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa pendirian Propinsi Tapanuli bukanlah karena kepentingan segelintir elit saja, atau malah mengejar kekuasaan semata, tetapi benar-benar murni aspirasi masyarakat Tapanuli. Jika ini benar-benar kepentingan elit mengapa setelah tokoh utamanya dipenjarakan justru keingin berdirinya Protap ini semakin menggelora. Panitia pembentukan Protap yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Tapanuli dan di perantauan justru semakin mantap dan berkonsolidasi menghimpun dukungan dan masukan dari seluruh lapisan masyarakat.
 
Permasalahan utama berdirinya Protap ini bukanlah sekedar diberikannya rekomendasi atau tidak, tapi jauh lebih penting dari itu adalah aspirasi masyarakat Tapanuli untuk membentuk Propinsi sendiri dapat terwujud. Perjuangan ini bukanlah perjuangan instan, perjuangan ini bukanlah perjuangan kemaren sore, tetapi perjuangan ini adalah perjuangan panjang yang dimulai sejak masa sebelum kemerdekaan dulu. Kala itu Tapanuli masih menjadi Keresidenan sendiri, terpisah dari Keresidenan Sumatera Timur yang berpusat di Medan. Jika zaman dahulu saja Pemerintah Hindia Belanda sudah menentukan Tapanuli menjadi keresidenan mandiri, itu artinya ada satu nilai lebih yang dimiliki Tapanuli yang membedakannya dengan daerah lainnya. Itulah kenapa berdirinya Propinsi Tapanuli adalah harga mati.
 
Jika Anda masih beranggapan bahwa kalau untuk pembangunan mengapa harus memekarkan diri, kan bisa dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara? Pertanyaan ini juga bisa dijawab oleh waktu. Apa yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumut untuk Tapanuli setelah 65 tahun merdeka ini? Lihat saja sendiri, bandingkan dengan daerah lain.  rasa itu cukup untuk membuat Anda sadar dan membuka mata.

Protap berdiri untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan elit; Protap berdiri demi memberdayakan SDM dan SDA yang ada disana, bukan ditelantarkan begitu saja atau malah dimanfaatkan orang-orang dari luar Tapanuli; Protap didirikan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih adil dan beradab, bukan untuk membuat konflik baru atau memecah belah masyarakat Indonesia. Kinilah satnya momentum yang tepat itu, kinilah saatnya Propinsi Tapanuli berdiri.
 
B. Permasalahan Ibukota Provinsi
 
Pada awal perencanaannya, ibukota calon Provinsi Tapanuli adalah Kota Sibolga. Namun, melalui memorandum, ibukota diubah menjadi Siborong-borong. Karenaitu, masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah yang merasa dikhianati menolak untuk bergabung dengan provinsi Tapanuli.
 
Beberapa hal yang mungkin menjadi alasan penolakan bergabung, yaitu:

1.  Lokasi ibukota Provinsi Tapanuli di Siborong-borong yang tidak menguntungkan bagi mereka dari sisi jarak. Dahulu pernah disepakati ibukotanya di Sibolga tetapi kemudian diubah.
2.  Budaya masyarakat Provinsi Tapanuli didominasi Batak Toba, sedangkan masyarakat Tapanuli Tengah- Sibolga berbudaya Melayu Pesisir disinyalir akan menimbulkan konflik.
3. Agama masyarakat Tapanuli Tengah-Sibolga cenderung heterogen mayoritas Islam, sedangkan masyarakat Provinsi Tapanuli cenderung homogen beragama Kristen dan Katolik.
4. Pemrakarsa Provinsi Tapanuli ditengarai bermuatan politis dan kekuasaan, jadi masyarakat Tapanuli Tengah-Sibolga ragu tentang manfaat provinsi ini terhadap pembangunan daerah.
5.  Wilayah yang tergabung dalam Provinsi Tapanuli banyak yang baru dimekarkan dan dampak pemekaran terhadap pembangunan di daerah-daerah baru tersebut belum signifikan.
6.   Sikap egosentris Tapanuli Tengah-Sibolga yang tetap mengharapkan keberadaan ibukota provinsi harus di Sibolga/ Pandan.
 
C. Alasan Pemilihan Siborong-borong sebagai Ibukota Provinsi
 
Dari analisis ilmiah yang dipaparkan, Siborongborong memiliki rentang kendali jarak rata-rata 119,40 Km dan rentang kendali waktu 238.00 menit ke ibukota propinsi, menyusul Sibolga 132.60 Km dan 263.00 menit dan Pandan 141.78 Km dan 279.00 menit.
 
Sebelumnya Ir Hasudungan Butar-butar di hadapan peserta rapat memaparkan parameter dan analisis penentuan calon ibukota Propinsi Tapanuli. Disebutkan, Siborongborong menduduki ranking tertinggi dari lima parameter/indikator yang ditetapkan, menyusul Sibolga dan Pandan sebagai calon ibukota Propinsi Tapanuli dari 10 kabupaten/kota. 
 
Ketersediaan lahan merupakan penentu dalam pengembangan suatu kota sebagai pusat pemerintahan karena lahan tempat dilakukannya berbagai aktivitas pembangunan mulai dari pembangunan perkantoran, perumahan, fasilitas umum dan sosial. Pusat pemerintahan kota saja membutuhkan lahan yang cukup luas seperti Sibolga yang hanya 1.077 Ha, Tebing Tinggi 3.799 Ha, Tanjungbalai 6.052 Ha, Pematangsiantar 7.999 Ha, Binjai 9.033 Ha dan Padangsidempuan 14.000 Ha. Dari data tersebut Kota Sibolga merupakan kota terkecil.
Sementara Siborongborong sebagai calon ibukota memiliki lahan yang cukup luas dengan kondisi topografi yang relatif datar dengan titik fokus di Silangit sehingga kalau dikembangkan relatif tidak mengganggu ekosistem yang lama. Jika calon ibukota Propinsi Tapanuli dalam perkembangan ke depan agar dapat mengikuti/mengimbangi ibukota propinsi induk dalam hal ini Kota Medan yang luas lahannya 25.000 Ha. Dalam penyediaan lahan di Siborongborong telah mendapat dukungan dari Pemkab/DPRD Taput.

Berdasarkan hasil analisis terhadap ke lima parameter/indikator penetapan calon ibukota Propinsi Tapanuli disimpulkan, Kota Siborongborong dinilai lebih layak jadi ibukota propinsi menjadi pusat pemerintahan. Sedangkan Tapteng dengan PLTU Labuhan Angin sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan Kota Sibolga menjadi pusat perdagangan.
D. Alasan Pemilihan Sibolga Sebagai Ibukota Provinsi

Menentukan kota mana ibukota Provinsi Tapanuli (Protap) harus ditentukan lewat atau melalui memorandum. Jika tidak bisa menjadi dilema, karena kini masalah yang mengemuka di tengah-tengah masyarakat Tapanuli menyangkut kota mana yang menjadi ibukota Provinsi Tapanuli. Masyarakat kota Sibolga lebih menginginkan kota Sibolga yang menjadi ibukota. Agar maksud itu terwujud akan diperjuangkan, apalagi menurut masyarakat Sibolga semuanya harus dikembalikan kepada historis atau sejarah Keresidenan Tapanuli ibukota adalah Sibolga.

Sementara itu warga Tapanuli Tengah lebih memilih kota Pandan ibukota Tapanuli Tengah yang menjadi ibukota Protap. Sedang Panitia Pemekaran Provinsi Tapanuli Utara yang seratus persen orang Medan lebih cenderung menetapkan Silangit Siborongborong yang menjadi ibukota Protap.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Toba Samosir Sabar Silalahi, SH kepada Analisa mengatakan, menurut Undang-undang ibukota kecamatan seperti Siborongborong tidak boleh menjadi ibukota provinsi, yang dapat menjadi ibukota provinsi adalah ibukota kabupaten. Dengan demikian Siborongborong atau Silangit tak dapat menjadi ibukota Provinsi, ujarnya.

Sementara itu Ir. Silalahi mengatakan, sebenarnya agar Tapanuli lebih terbuka ke dunia Internasional yang pas menjadi ibukota adalah Sibolga, bukan Siborongborong. Silangit banyak kelemahannya selain udaranya sangat dingin juga sumber airnya sangat sulit.
Tanah di Silangit itu menurut K. Silitonga adalah milik pengusaha dan mantan pejabat Tapanuli Utara. Pengusaha dan mantan pejabat Tapanuli Utara itulah yang memperjuangkan Silangit Diborong itu menjadi ibukota Protap yang sebenarnya tujuannya adalah tanah miliknya terjual mahal, kata K. Silitonga.
D. Kesimpulan

Provinsi Tapanuli beribukota di Sibolga dan terdiri dri 6 Kabupaten/ Kota, yaitu:

1. Kota Sibolga
2. Kabupaten Tapanuli Tengah
3. Kabupaten Tapanuli Utara
4. Kabupaten Toba Samosir
5. Kabupaten Humbang Hasundutan
6. Kabupaten Samosir.

Mari kita dukung bersama terwujudnya Provinsi Tapanuli secepatnya demi peningkatan kesejahtaraan masyarakat dan wilayah Tapanuli.