Featured Post

Thursday, 17 January 2013

Batak Sibolga di Kab Tapanuli Tengah

SUKU BATAK SIBOLGA
DI KAB. TAPANULI TENGAH
By: Wendy Hutahaean



Suku Batak Sibolga adalah suatu suku yang terdapat di sebagian besar Kabupaten Tapanuli Tengah khususnya wilayah pegunungan dan sebagian kecil Kabupaten Tapanuli Utara tepatnya di Kecamatan Adiankoting. Suku ini sebenarnya berawal dari interaksi antara suku Batak Toba, Silindung dan Humbang dengan wilayah pesisir Tapanuli untuk menukarkan hasil pertanian mereka dengan hasil laut masyarakat Batak Pasisi. Seiring berjalannya waktu, suku ini bermigrasi lebih dekat ke pesisir untuk memudahkan kegiatan pertukaran hasil pertanian mereka dengan hasil laut.

Traditional Clothes of Batak Sibolga

Akibat interaksi yang rutin dengan masyarakat Batak Pasisi yang sudah berabad-abad terpengaruh adat dan bahasa Melayu Pesisir dan Minangkabau, sehingga masyarakat Batak Sibolga inipun sedikit terpengaruh dengan adat serta bahasa Batak Pasisi. Masyarakat Batak Pasisi menyerap agama Islam dalam kebudayaannya serta membentuk budaya baru. Namun masyarakat Batak Sibolga tetap pada adat istiadat Batak Toba/ Silindung walaupun terdapat  sedikit pengaruh bahasa suku Batak Pasisi. Pada akhirnya mayoritas suku Batak Sibolga lebih memeluk agama Kristen.

Traditional Dance of  Batak Sibolga

Bahasa Batak Sibolga juga memiliki perbedaan dialek dengan bahasa Batak Toba lainnya, sebagai contoh:

1. Untuk menyebut "ayah", dalam bahasa Batak Sibolga menggunakan kata "Apang" sedangkan dalam bahasa batak lainnya digunakan kata "Amang" (dialek Silindung, dan Humbang), atau "Among" (dialek Toba, dan Samosir).
2.  Kata "Inang" (dialek Silindung, Humbang, dan Sibolga) digunakan untuk menyebut "ibu" dalam bahasa Sibolga, Silindung dan Humbang dan bukan "Inong" (dialek Toba, dan Samosir).
3.  Dalam menyebutkan "ke" digunakan kata "Tu" (dialek Silindung, Humbang, Toba, dan Sibolga) dan bukan "Hu" (dialek Samosir).

Selain itu, perbedaan bahasa pada lafal dialek Silindung dan Sibolga lebih halus dan lembut, jika dibandingkan lafal dialek Humbang yang agak halus. Sedangkan lafal dialek Toba dan Samosir agak keras.

Perbedaan lain ditemukan pada kata ”Lae”/ ipar yang dipergunakan pada dialek Silindung, Toba, Samosir, dan Sibolga, sedangkan pada dialek Humbang kata Lae berarti saudara perempuan ayah. Untuk panggilan pada anak saudara laki-laki ibu pada dialek Toba dan Samosir disebut ”Opung”, sedangkan di Humbang, Silindung dan Sibolga untuk anak saudara laki-laki ibu dipakai kata ”Tunggane”.Disamping itu kata tunggane dipakai juga untuk mengatakan saudara laki-laki istri.

Untuk mengatakan ” belum lagi” pada dialek Toba, Silindung dan Sibolga dipergunakan kata ”ndang do pe”, pada dialek Humbang dipergunakan kata ”ndang kede”, dan pada dialek Samosir dipergunakan kata ”ndang poso” atau ” ndang koso”. Kata ”Puang” panggilan kepada orang kedua yang menunjukkan hubungan akrab, dipergunakan pada dialek Silindung, Sibolga dan Humbang, sedangkan pada dialek Toba dipergunakan kata ”kedan” dan puan. Pada dialek Samosir kata kedua ini dianggap kasar, hanya dipergunakan kepada orang kedua yang statusnya jauh lebih rendah daripada kita.

Traditional House of Batak Sibolga

Kehidupan masyarakat Batak Sibolga dahulunya dari hasil pertanian dan perkebunan serta perdagangan. Namun saat ini, tidak sedikit yang telah bekerja di sektor pemerintahan dan swasta. Selain itu pada sektor pendidikan juga banyak yang telah berhasil mencapai Universitas. Kehidupan lain yang dijalani oleh masyarakat suku Pesisir Natal ini, adalah sebagai guru, pedagang, wiraswasta dan lain-lain.

Kabupaten Tapanuli Tengah

Masyarakat suku Batak Sibolga umumnya tinggal di wilayah pegunungan yang terletak di antara Kabupaten Tapanuli Tengah dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi:

1.   Kecamatan Adiankoting (Kab. Tapanuli Utara)
2.    Kecamatan Andam Dewi (Kab. Tapanuli Tengah)
3.    Kecamatan Barus Utara (Kab. Tapanuli Tengah)
4.    Kecamatan Sosor Gadong (Kab. Tapanuli Tengah)
5.    Kecamatan Pasaribu Tobing (Kab. Tapanuli Tengah)
6.    Kecamatan Sorkam (Kab. Tapanuli Tengah)
7.    Kecamatan Kolang (Kab. Tapanuli Tengah)
8.    Kecamatan Sitahuis (Kab. Tapanuli Tengah)
9.    Kecamatan Sarudik (Kab. Tapanuli Tengah)
10. Kecamatan Tukka (Kab. Tapanuli Tengah)
11. Kecamatan Lumut (Kab. Tapanuli Tengah)
12. Kecamatan Pinangsori (Kab. Tapanuli Tengah)
13. Kecamatan Sibabangun (Kab. Tapanuli Tengah)
14. Kecamatan Sukabangun (Kab. Tapanuli Tengah)

Dalam jumlah kecil, juga terdapat di Kota Sibolga dan kecamatan-kecamatan pesisir pantai Kabupaten Tapanuli Tengah yang umumnya dihuni masyarakat Batak Pasisi, yaitu:

1.    Kecamatan Barus
2.    Kecamatan Sorkam Barat
3.    Kecamatan Tapian Nauli
4.    Kecamatan Pandan
5.    Kecamatan Badiri

Sedangkan kecamatan Manduamas dan Sirandorung merupakan wilayah pemukiman masyarakat Batak Dairi.

Sumber:
1. http://pardedejabijabi.wordpress.com/2012/03/31/bahasa-batak-toba/
2. http://word-dialect.blogspot.com/2012/08/bahasa-batak-pasisi.html
3. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16773/5/Chapter%20I.pdf


video
Batak Sibolga Song - Sibolga Nauli


video
Batak Sibolga Song - Tapteng Marsada

video
 Batak Sibolga Song - Tapian Nauli

video
Batak Sibolga Song - Butet

video
Batak Sibolga Song -  Boru Tumeang Gontingmahe

11 comments:

  1. bahhhh.... sejak kapan ada kebudayaan orang batak di pesisir...? ada2 aja kau ini...
    kebudayaan batak itu hanya selingkar danau toba nya... kalau pesisir melayu/minang nya.....
    sudah lah ito, bicarakan saja lah apa adanya... jangan ada lagi batak-nisasi.... semua orang juga tahu kalau kebudayaan di pulau sumatera pesisir timur itu melayu deli, sedangkan pesisir barat itu minang.....

    Horasss...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Horas Lae...
      Lae tahu tidak siapa yang mendirikan Kota Sibolga di Pesisir Barat Sumut? Tuanku Dorong Hutagalung, yang jelas-jelas Batak. Tahu tidak banyak perkampungan pribumi Batak di Tapanuli Tengah seperti di Kecamatan Pasaribu Tobing dan nama-nama kampung Batak di sana seperti 'Tapian Nauli', apa itu marga Minang? Baca tarombo marga Batak juga ya yang banyak bermukim di Pesisir Barat Sumut jauh sebelum Pendatang Minang datang ke sana untuk berdagang dengan penduduk pribumi Batak tersebut. Ingat itu!

      Delete
  2. @Anonymous, Ente orang mana? Sumatra Utara bukan? Tahu seberapa banyak ente tentang etnis Batak di daerah pesisir? Kalau ga tahu, cari tahu. Karena suku Batak itu ga hanya berkumpul di tanah Toba sana! Suku Batak itu menyebar ke daerah pesisir bahkan sampai ke tanah Melayu Tanjung Balai Asahan sana? Akulturasi budaya Melayu dan Minang menghasilkan budaya baru tersendiri bagi orang-orang Batak tersebut. Kalau ga tahu jangan sok tahu, cari tahu dulu baru komen!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih bang Abdi telah membaca artikel saya. Salam.

      Delete
  3. Istilah pesisir dan Melayu itu tidak hanya milik suku Minang dan Melayu. Suku Batak Pesisir Sibolga juga disebut sebagai etnis pesisir. Bahasanya sangat mirip dengan bahasa Minang dan Melayu, keseniannya bahkan masakan khasnya sangat mirip dengan Minang. Mereka Batak Pesisir disebut juga etnis Melayu Pesisir. Baca sejarahnya. Nampak kali ente bukan orang Sumut ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih bang Abdi telah membaca artikel saya. Saya putra kelahiran Kota Sibolga bang. Salam.

      Delete
  4. Kalo yang saya tahu, suku jawa ya bahasanya jawa.. orang batak ya berbahasa batak.. jadi kalo bahasa pesisir suku pesisir juga... maaf kalo salah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasa Melayu Pesisir tiu berbeda dengan Bahasa Batak Sibolga. Misalnya Bapak, dalam bahasa Pesisir disebut apak, dalam bahasa Batak Sibolga disebut apang (bukan amang seperti Batak Toba). Panggilan berlainan jenis kelamin adalah itong (bukan ito seperti Batak Toba) pada bahasa Batak Sibolga, sedangkan Uning atau Ogek untuk bahasa Pesisir. Dalam artikel ini kan yang dibahas adalah Batak Sibolga, bukan suku Pesisir.

      Delete
  5. batak itu hebat.. di segala penjuru dunia ada.. dan dapat berinteraksi dengan suku bangsa apapun di dunia ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih telah membaca artikel saya. Salam.

      Delete
  6. tetapi kenapa lagu sibolga berbahasa minang? jujur saja lah lae, kalau anda baca sejarah ketika orang batak masih terbelakang orang minang sudah maju dan sudah menyebar ke berbagai penjuru nusantara,

    ReplyDelete