Pemekaran Kabupaten Tapanuli TengahFeatured Post

Sunday, 24 February 2013

Batak Pesisir Natal di Kab Mandailing Natal

SUKU BATAK PESISIR NATAL
DI KAB. MANDAILING NATAL
By: Wendy Hutahaean


Suku Batak Pesisir Natal disebut juga sebagai suku Pesisir, adalah salah satu suku yang terdapat di   Pantai Barat Mandailing Natal. Suku Batak Pesisir ini sebenarnya berawal dari suku Batak Toba, Mandailing dan Angkola yang telah menetap di Pantai Barat Mandailing Natal, sejak beratus-ratus tahun yang lalu.

Traditional Clothes of Batak Pesisir Natal

Setelah sekian lama terjadi pembauran dari ketiga suku Batak ini, maka datanglah imigran lain yang berasal dari Minangkabau dan Melayu dari pesisir Timur Sumatra, lalu terjadi perkawinan-campur di antara ke 5 suku bangsa ini.  Dari percampuran ke 5 suku bangsa ini lah terbentuk suatu komunitas yang disebut sebagai suku Pesisir Natal. Pada awalnya mereka berbicara menggunakan bahasa Batak, tetapi setelah berabad-abad tercampur dengan budaya Minang dan Melayu, maka akhirnya bahasa merekapun berubah dan berganti menjadi bahasa Pesisir Natal, seperti yang mereka ucapkan sehari-hari saat ini.

Traditional Dance of Batak Pesisir Natal

Adat dan kebudayaan yang diamalkan oleh suku Batak Pesisir Natal ini, lebih banyak dipengaruh oleh budaya Melayu. Pada awalnya suku Batak Pesisir Natal ini lebih suka kalau disebut sebagai orang Melayu Pesisir saja, tetapi belakangan ini, tidak sedikit dari mereka yang tidak menolak disebut sebagai suku Batak Pesisir Natal. Bahkan belakangan ini sebagian dari masyarakat suku Pesisir Natal ini mulai mencantumkan kembali marga-marga lamanya seperti Pohan, Siregar, Sitompul, Tanjung, Pasaribu dan lain-lain.

Traditional House of Batak Pesisir Natal

Bahasa Pesisir adalah bahasa yang dipergunakan masyarakat Batak Pesisir Natal di Pantai Barat Mandailing Natal, yang menjadi bahasa percakapan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa Pesisir ini agak unik, karena bahasa Pesisir ini adalah hasil gabungan dari 3 bahasa, yaitu dari bahasa Batak Mandailing, Minangkabau dan Melayu. Jadi suku Pesisir Natal ini sebenarnya adalah orang Batak yang berbahasa Melayu. Hal ini mirip seperti masyarakat Batak di Rokan Hulu provinsi Riau atau masyarakat Rao di kabupaten Pasaman Sumatra Barat.

Suku Batak Pesisir Natal ini memiliki beberapa kesenian budaya yang cukup populer di kalangan masyarakat di Sumatra Utara, yaitu Dampeng dan Tari Payung. Keberadaan suku Pesisir ini, mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat lain di pulau Jawa atau daerah-daerah lain di luar provinsi Sumatra Utara. Tetapi sebenarnya, suku Pesisir Natal ini telah eksis selama beratus-ratus tahun di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal, dan berdiri sejajar dengan etnis-etnis lain seperti suku Toba, Mandailing, Angkola, Minangkabau dan Melayu.

Kehidupan masyarakat Pesisir Natal pada umumnya adalah sebagai nelayan. Tetapi tidak sedikit yang telah bekerja di sektor pemerintahan dan swasta. Selain itu pada sektor pendidikan juga banyak yang telah berhasil mencapai Universitas. Kehidupan lain yang dijalani oleh masyarakat suku Pesisir Natal ini, adalah sebagai guru, pedagang, wiraswasta dan lain-lain.

Bahasa Batak Pesisir (Pesisir)
, adalah bahasa yang dipergunakan masyakat Pesisir Natal di Pantai Barat Mandailing Natal, yang menjadi bahasa percakapan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa Pesisir ini agak unik, karena bahasa Pesisir ini adalah hasil asimilasi dari 3 bahasa, yaitu dari bahasa Batak Mandailing, Minangkabau dan Melayu.

Kabupaten Mandailing Natal

Kabupaten Mandailing Natal mayoritas dihuni oleh suku Batak Mandailing. Masyarakat Batak Pesisir Natal yang bermukim di Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal saat ini membentuk suatu kabupaten otnom yang terpisah yang bernama Kabupaten Pantai Barat Mandailing. Sehingga masyarakat Batak Pesisir Natal memiliki kabupaten sendiri dan pemerataan pembangunan pun diharapkan dapat dirasakan masyarakat. Ibukota kabupaten baru ini berada di kecamatan Natal.

Ethnic Distribution in Kabupaten Pantai Barat Mandailing

Pembentukan Kabupaten Pantai Barat Mandailing yang meliputi beberapa kecamatan, yaitu:
1. Kecamatan Natal
2. Kecamatan Batahan
3. Kecamatan Muara Batang Gadis
4. Kecamatan Lingga Bayu
5. Kecamatan Sinunukan
6. Kecamatan Ranto Baek

Batak Pesisir Natal Dance - Tari Payung


Batak Pesisir Natal Song - Duo Ranah

Saturday, 16 February 2013

Batak Boang (Julu) di Kab. Aceh Singkil

SUKU BATAK BOANG (JULU)

DI KAB. ACEH SINGKIL



Suku Batak Boang, adalah suatu komunitas yang hidup dan bermukim relatif di daerah pinggiran sungai besar yang langsung bermuara ke laut Singkil, yaitu sungai Simpang Kanan dan Sungai Simpang Kiri dan secara teritorial berada dalam kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam Aceh. Di dalam kehidupan sehari-hari biasanya orang mengasosiasikan suku Boang ke dalam sub-suku Pakpak atau kadang kala disebut sebagi suku Pakpak Boang. Menurut Suku Pakpak, bahwa suku Boang ini adalah salah satu bagian dari 5 suak (puak) suku Pakpak. 

Traditional Clothes of Batak Boang

Menurut Suku Boang, sebagian besar dari mereka menganggap, bahwa mereka bukanlah bagian dari suku Pakpak maupun suku Dairi, karena menurut mereka suku Boang memiliki marga-marga sendiri dan bahasa sendiri yang berbeda dengan bahasa suku Pakpak. Alasan lain mereka menuturkan bahwa suku Boang secara mayoritas adalah penganut agama Islam, berbeda dengan suku Pakpak maupun suku Dairi yang mayoritas beragama Kristen (Protestan dan Katolik).

Dalam banyak studi telah diperlihatkan bahwa perubahan wilayah tempat tinggal, latar belakang sosial, dan latar belakang kebudayaan merupakan konteks yang memberi warna bagi identitas kesukubangsaan (Abdullah, 2006:43). Mengenai perubahan budaya sebagai bentuk identitas Nainggolan (2006:107) menjelaskan ada 6 faktor yang menyebabkan perubahan identitas : (1) kultur homogen (2) besarnya jumlah kelompok etnis, (3) kultur dominan lokal (4) tekanan dari kultur homogen, (5) kultur lokal yang plural, dan (6) waktu.

Menurut penuturan beberapa masyarakat suku Boang, dahulu mereka memang berasal dari daerah Boang Pakpak, tetapi mereka telah lama tinggal di wilayah ini, dan mereka berbeda agama dengan suku Boang yang berada di wilayah kabupaten Pakpak Bharat. Jadi mereka lebih suka kalau disebut sebagai orang Boang/ julu atau suku Boang/ julu, dan beberapa malah menyatakan mereka berbeda dengan suku Boang. Selain itu mereka juga tidak mau disebut sebagai bagian dari suku Singkil. Mereka menyatakan bahwa mereka adalah suku Boang/ julu, bukang Boang apalagi Singkil.

Suku Boang/ julu saat ini sebagian besar memeluk agama Islam, akibat pengaruh dari budaya dan tradisi masyarakat di kabupaten Aceh Singkil yang pada umumnya beragama Islam. Tetapi adat dan budaya suku Boang/ julu sampai saat ini masih tetap dipertahankan, walaupun sudah agak terpengaruh oleh budaya Islam. Suku Boang/ julu sebagian besar hidup sebagai petani di dataran tinggi, seperti bertanam sayur-sayuran, dan berbagai jenis tanaman lain.

Perbedaan Suku Batak Boang/ (Julu) dengan Suku Batak Singkil


Kabupaten Aceh Singkil

Wilayah pemukiman suku Batak Boang meliputi perbatasan Kabupaten Aceh Singkil serta Kota Subulussalam dengan Kabupaten Pakpak Bharat, yaitu:

1. Kec. Danau Paris (Aceh Singkil)
2. Kec. Singkohor (Aceh Singkil)
3. Kec. Suro Baru (Aceh Singkil) Pemekaran Kec. Gunung Meriah
3. Kec. Simpang Kanan (Aceh Singkil)
4. Kec. Gunung Meriah (Aceh Singkil)
5. Kec. Penanggalan (Kota Subulussalam)
6. Kec. Simpang Kiri (Kota Subulussalam)

Sedangkan pemukiman suku Batak Singkil meliputi wilayah pantai Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam hingga beberapa desa di wilayah kabupaten Aceh Tenggara, yaitu:
1. Kec. Singkil (Aceh Singkil)
2. Kec. Singkil Utara (Aceh Singkil)
3. Kec. Kota Baharu (Aceh Singkil)
4. Kec. Kuala Baru (Aceh Singkil) Pemekaran Kec. Singkil
4. Kec. Rundeng (Kota Subulussalam)
5. Kec. Sultan Daulat (Kota Subulussalam) 
6. Kec. Longkib (Kota Subulussalam) Pemekaran Kec. Sultan Daulat
7. Kec. Lawe Sigala-gala (Aceh Tenggara) di Lawe Loning Aman, Lawe Buyur, Enmya Batu Dua Ratus.
8. Kec. Bukit Tusam (Aceh Tenggara) di Lawe Dua, Maha Singkil.
9. Kec. Babussalam (Aceh Tenggara) di Kutacane Lama, Suka Damai, Kampung Bakti.

Suku Batak Boang pada umumnya mempunyai marga yang berbeda dari suku Batak lainnya, yaitu:

1.            Sambo
2.            Penarik
3.            Seraan

Sedangkan Batak Singkil umunya juga terdapat marga, namun sebagian penduduk memilih untuk tidak mencantumkan marga pada namanya dan hanya menjadikannya sebagai pegangan pribadi untuk penelusuran silsilah. Marga-mrga tersebut, yaitu:

1.            Kombih (Kumbi) 
2.            Ramin 
3.            Buluara 
4.            Palis 
5.            Melayu 
6.            Goci 
7.            Gurinci 
8.            Selian 
9.            Bakhat atau Barat 
10.         Pokan (di daerah Cinendang)

Secara budaya, suku Boang/ julu ini berbeda dengan suku Singkil, serta bahasa yang diusung oleh suku Boang/ julu, juga lebih dekat dengan bahasa Pakpak. Hal ini menunjukkan bahwa suku Boang/ julu memang berkerabat atau berasal dari suku Batak Pakpak. Walaupun saat ini mereka telah menyatakan terpisah dari suku Pakpak, dan telah berdiri sendiri sebagai suatu suku tersendiri, yang memiliki bahasa dan budaya sendiri, tetapi biar bagaimanapun juga yang pasti mereka berasal dari rumpun yang sama dengan suku Pakpak. 


Batak Boang Song - Ulang Sanga Tellu

Sunday, 3 February 2013

Provinsi Aceh Barat Selatan

PROVINSI ACEH BARAT SELATAN
By: Wendy Hutahaean


Provinsi Aceh Barat Selatan is a province in Indonesia that has capital in Blang Pidie. The province consists of some districts, which are:

1. Kabupaten Aceh Barat
2. Kabupaten Nagan Raya
3. Kabupaten Aceh Barat Daya
4. Kabupaten Aceh Selatan
5. Kabupaten Simeulue

Provinsi Aceh Barat Selatan
Provinsi Aceh Barat Selatan

A.   The Division of Kabupaten Aceh Barat

Kabupaten Aceh Barat

1. Kota Meulaboh

Capital: Kota Meulaboh
a. Kecamatan Johan Pahlawan
b. Kecamatan Meureubo
c. Kecamatan Kaway XVI
d. Kecamatan Samatiga

Historically this area covers the Aneuk Jamee Area which has people of Aneuk Jamee.


2. Kabupaten Aceh Barat 

Capital: Woyla
a. Kecamatan Arongan Lambalek
b. Kecamatan Bubon
c. Kecamatan Pantai Ceureumen
d. Kecamatan Panton Reu
e. Kecamatan Sungai Mas
f. Kecamatan Woyla
g. Kecamatan Woyla Barat
h. Kecamatan Woyla Timur


Historically this area covers the Aneuk Jamee Area which has people of Aneuk Jamee.

B.   The Division of Kabupaten Aceh Selatan

Kabupaten Aceh Selatan

1. Kabupaten Kluet 

Capital: Kluet Utara
a. Kecamatan Pasie Raja
b. Kecamatan Kluet Utara
c. Kecamatan Kluet Tengah
d. Kecamatan Kluet Timur
e. Kecamatan Kluet Selatan

Historically this area covers the Kluet Area which has people of Kluet.


2. Kabupaten Trumon 

Capital: Trumon
a. Kecamatan Trumon Timur
b. Kecamatan Trumon Tengah
c. Kecamatan Trumon
d. Kecamatan Bakongan Timur
e. Kecamatan Bakongan

Historically this area covers the Aneuk Jamee Area which has people of Anek Jamee.


3. Kabupaten Aceh Selatan

Capital: Tapaktuan
a. Kecamatan Tapaktuan
b. Kecamatan Samadua
c. Kecamatan Sawang
d. Kecamatan Meukek
e. Kecamatan Labuhan Haji Timur
f. Kecamatan Labuhan Haji Kota
g. Kecamatan Labuhan Haji Barat

Historically this area covers the Aneuk Jamee Area which has people of Anek Jamee.

C.   Conclusion

Provinsi Aceh Barat Selatan will be based in Blangpidie and consist of some districts, which are:


1. Kabupaten Aceh Barat
2. Kabupaten Nagan Raya
3. Kabupaten Aceh Barat Daya
4. Kabupaten Aceh Selatan
5. Kabupaten Simeulue
6. Kota Meulaboh
7. Kabupaten Kluet
8. Kabupaten Trumon

Provinsi Aceh Leuser Antara

PROVINSI ACEH LEUSER ANTARA
By: Wendy Hutahaean

Provinsi Aceh Leuser Antara is a province in Indonesia that has capital in Takengon. The province consists of some districts, which are:

1. Kabupaten Aceh Tengah
2. Kabupaten Bener Meriah
3. Kabupaten Gayo Lues
4. Kabupaten Aceh Tenggara
5. Kabupaten Aceh Tamiang
6. Kota Langsa

A.   The Division of Kabupaten Aceh Tengah

Kabupaten Aceh Tengah

1. Kota Takengon Gayo

Capital: Kebayakan (Takengon)
a. Kecamatan Kebayakan
b. Kecamatan Lut Tawar
c. Kecamatan Bebesan
d. Kecamatan Pegasing

Historically this area covers the Gayo Bebesen and Gayo Lut Area which has people of Gayo Bebesen and Gayo Lut.

2. Kabupaten Gayo Linge

Capital: Linge (Isaq)
a. Kecamatan Linge
b. Kecamatan Bintang
c. Kecamatan Atu Lintang
d. Kecamatan Jagong Jeget
e. Kecamatan Pinding (Kabupaten Gayo Lues)

Historically this area covers the Gayo Linge Area which has people of Gayo Linge.

3. Kabupaten Aceh Tengah (Gayo Deret)

Capital: Silih Nara (Angkup)
a. Kecamatan Silih Nara
b. Kecamatan Bies Kute Panang
c. Kecamatan Celala
d. Kecamatan Rusip Antara
e. Kecamatan Ketol

Historically this area covers the Gayo Lut Area which has people of Gayo Lut.


B.   The Division of Kabupaten Bener Meriah

Kabupaten Bener Meriah


1. Kabupaten Gayo Bukit

Capital: Syiah Utama (Rusip)
a. Kecamatan Bandar
b. Kecamatan Bandar Kelipah (pemekaran Kecamatan Bandar)
c. Kecamatan Syiah Utama
d. Kecamatan Mesidah (pemekaran Kecamatan Syiah Utama)
e. Kecamatan Permata

Historically this area covers the Gayo Lut Area which has people of Gayo Lut.


2. Kabupaten Bener Meriah

Capital: Bukit (Simpang Tiga Redelong)
a. Kecamatan Bukit
b. Kecamatan Wih Pesem
c. Kecamatan Timang Gajah
d. Kecamatan Gajah Putih (pemekaran Kecamatan Timang Gajah)
e. Kecamatan Pintu Rime Gayo

Historically this area covers the Gayo Lut Area which has people of Gayo Lut.



C.   The Division of Kabupaten Aceh Timur

Kabupaten Aceh Timur

1. Kabupaten Gayo Serbajadi

Capital: Serbajadi (Lokop)
a. Kecamatan Serbajadi
b. Kecamatan Peunaron (Pemekaran Kecamatan Serbajadi)
c. Kecamatan Simpang Jernih
d. Kecamatan Banda Alam
e. Kecamatan Madat

Historically this area covers the Gayo Serbajadi Area which has people of Gayo Serbajadi.

C.   The Division of Kabupaten Gayo Lues


1. Kota Blangkejeren Gayo

Capital: Blangkejeren
a. Kecamatan Blangkejeren
b. Kecamatan Blang Pegayon
c. Kecamatan Putri Betung
d. Kecamatan Debun Gelang

Historically this area covers the Gayo Lues Area which has people of Gayo Lues.

2. Kabupaten Gayo Lues

Capital: Blang Jerango
a. Kecamatan Kuta Panjang
b. Kecamatan Blang Jerango
c. Kecamatan Rikit Gaib
d. Kecamatan Pantan Cuaca
e. Kecamatan Terangon
f. Kecamatan Tripe Jaya

Historically this area covers the Gayo Lues Area which has people of Gayo Lues.


D.   The Division of Kabupaten Aceh Tamiang

Kabupaten Aceh Tamiang

1. Kabupaten Gayo Kaloy

Capital: Tamiang Hulu (Pulau Tiga)
a. Kecamatan Tamiang Hulu
b. Kecamatan Bandar Pusaka (Pemekaran Kecamatan Tamiang Hulu)
c. Kecamatan Kejuruan Muda
d. Kecamatan Tenggulun (Pemekaran Kecamatan Kejuruan Muda)
e. Kecamatan Ketambe (Kabupaten Aceh Tenggara)

Historically this area covers the Gayo Kaloy area which has people of Gayo Kaloy.


E.   The Division of Kabupaten Aceh Tenggara

Kabupaten Aceh Tenggara

1. Kabupaten Alas Selatan

Capital: Lawe Sigala
a. Kecamatan Lawe Sigala
b. Kecamatan Babul Makmur (pemekaran Kecamatan Lawe Sigala)
c. Kecamatan Semadan (pemekaran Kecamatan Lawe Sigala)
d. Kecamatan Leuser (pemekaran Kecamatan Babul Rahmah)
e. Kecamatan Babula Rahmah

Historically this area covers the Alas Area which has people of Alas.

2. Kabupaten Tanoh Alas

Capital: Bambel
a. Kecamatan Bambel
b. Kecamatan Bukit Tusam (pemekaran Kecamatan Bambel)
c. Kecamatan Lawe Sumur (pemekaran Kecamatan Banbel)
d. Kecamatan Tanoh Alas (pemekaran Kecamatan Lawe Alas)
e. Kecamatan Lawe Alas


Historically this area covers the Alas Area which has people of Alas.


3. Kabupaten Aceh Tenggara

Capital: Babussalam (Kutacane)
a. Kecamatan Babussalam
b. Kecamatan Daru Hasanah Tusam (pemekaran Kecamatan Badar)
d. Kecamatan Deleng Pokhisen (pemekaran Kecamatan Badar)
e. Kecamatan Badar
f. Kecamatan Lawe Bulan (pemekaran kecamatan Babussalam)


Historically this area covers the Alas Area which has people of Alas.

C.   Conclusion

Provinsi Aceh Leuser Antara will be based in Takengon and consist of some districts, which are:

1. Kabupaten Aceh Tengah
2. Kabupaten Bener Meriah
3. Kabupaten Gayo Lues
4. Kabupaten Aceh Tenggara
5. Kabupaten Gayo Serbejadi
6. Kabupaten Takengon
7. Kabupaten Gayo Linge
8. Kabupaten Gayo Bukit
9. Kota Blangkejeren
10. Kabupaten Gayo Kaloy
11. Kabupaten Tanoh Alas
12. Kabupaten Alas Selatan

Provinsi Tapanuli Barat

PROVINSI TAPANULI BARAT
By: Wendy Hutahaean


Provinsi Tapanuli Barat is a province in Indonesia that has capital in Barus. The province consists of some districts, which are:

1. Kota Sibolga
2. Kabupaten Tapanuli Tengah
3. Kabupaten Pakpak Bharat
4. Kabupaten Dairi
5. Kabupaten Singkil
6. Kota Subulussalam

A.   The Division of Kabupaten Tapanuli Tengah

Kabupaten Tapanuli Tengah

1. Kabupaten Dairi Klasen

Capital: Tara Bintang
a. Kecamatan Manduamas
b. Kecamatan Sirandorung
c. Kecamatan Pakkat
d. Kecamatan Parlilitan
e. Kecamatan Pakkat

Historically this area covers the Dairi Klassen Area which has people of Dairi Klasen.

2. Kabupaten Barus Raya

Capital: Barus
a. Kecamatan Barus
b. Kecamatan Andam Dewi
c. Kecamatan Barus Utara
d. Kecamatan Sosor Gadong
e. Kecamatan Sorkam Barat
f. Kecamatan Sorkam
g. Kecamatan Kolang
h. Kecamatan Pasaribu Tobing

Historically this area covers the Barus Kingdom which has people of Batak Pasisi.


3. Kabupaten Tapian Nauli

Capital: Pandan
a. Kecamatan Tapian Nauli
b. Kecamatan Sitahuis
c. Kecamatan Pandan
d. Kecamatan Tukka
e. Kecamatan Sarudik

Historically this area covers the Barus Kingdom which has people of Batak Pasisi.

4. Kabupaten Tapanuli Tengah

Capital: Lumut 
a. Kecamatan Badiri
b. Kecamatan Lumut
c. Kecamatan Pinangsori
d. Kecamatan Sibabangun
e. Kecamatan Sukabangun

Historically this area covers the Barus Kingdom which has people of Batak Pasisi.

B.   The Division of Kabupaten Dairi


1. Kota Sidikalang

Capital: Kota Sidikalang
a. Kecamatan Sididkalang
b. Kecamatan Sitinjo
c. Kecamatan Prbuluan
d. Kecamatan Berampu

Historically this area covers the Pakpak Keppas Kingdom which has people of Batak Pakpak Keppas.

2. Kabupaten Dairi (Pakpak Keppas)

Capital: Siempat Nempu
a. Kecamatan Siempat Nempu
b. Kecamatan Siempat Nempu Hilir
c. Kecamatan Siempat Nempu Hulu
d. Kecamatan Lae Parira
e. Kecamatan Silima Punggapungga

Historically this area covers the Pakpak Keppas Kingdom which has people of Batak Pakpak Keppas.

3. Kabupaten Pakpak Pegagan

Capital: Sumbul
a. Kecamatan Sumbul
b. Kecamatan Pegagan Hilir
c. Kecamatan Gunung Sitember
d. Kecamatan Tanah Pinem
e. Kecamatan Tiga Lingga

Historically this area covers the Pakpak Pegagan Kingdom which has people of Batak Pakpak Keppas. There are also people of Batak Karo.

C.   The Division of Kabupaten Aceh Singkil


1. Kota Rimo Raya

Capital: Gunung Meriah (Rimo)
a. Kecamatan Simpang Kanan
b. Kecamatan Gunung Meriah
c. Kecamatan Danau Paris
d. Kecamatan Singkohor
e. Kecamatan Suro Baru

Historically this area covers the Pakpak Boang Kingdom which has people of Batak Pakpak Boang.

2. Kabupaten Aceh Singkil

Capital: Singkil
a. Kecamatan Singkil
b. Kecamatan Singkil Utara
c. Kecamatan Kuala Baru
d. Kecamatan Kota Baharu
e. Kecamatan Pulau Banyak
f. Kecamatan Pulau Banyak Barat

Historically this area covers the Singkils Kingdom which has people of Batak Singkil.

C.   Conclusion

Provinsi Tapanuli Barat will be based in Barus and consist of some districts, which are:

1. Kota Sibolga
2. Kabupaten Tapanuli Tengah
3. Kabupaten Pakpak Bharat
4. Kabupaten Dairi (Pakpak Keppas)
5. Kabupaten Singkil
6. Kota Subulussalam
7. Kota Rimo
8. Kabupaten Pakpak Pegagan
9. Kota Sidikalang
10. Kabupaten Tapian Nauli
11. Kabupaten Barus Raya
12. Kabupaten Dairi Klasen